Kamis, 21 November 2013

Gatau

Aku nya gatau, bingung. 
kenapa bingung? karna aku mau. lihat bahasaku, sudah macam surayah saja kan? ah yasudahlah, biar saja. aku yang mau.
Mau ku banyak ya? yaa biarlah, namanya juga mauku, bukan maumu.

Oh iya, balik lagi, ke bingung tadi, iya, aku bingung, karna aku mau, aku bingung karna ada beberapa tawaran pseudo yang mana baiknya aku ambil, yang baik buat aku dan juga kehidupan aku dan orang-orang sekelilingku.

Tuhan, Kau pasti mendengarku, dan Kau juga pasti Tahu karena Engkau Maha Tahu.
lalu aku harus bagaimana? terus, bagaimana aku tahu jika itu jawabanMu?

Tuhan, diatas Maha Segalanya, salah satunya, Kau juga Maha Romantis, pasti indah sekali rencanaMu ini, lalu lantas, aku harus kemana, untuk menuju jalan indahMu itu?

Terimakasih Tuhan, telah memberikan kehidupan yang luar biasa, dan juga pemahamannya. terimakasih atas segalanya. Terimakasih. 

Bagaimana bisa aku mengucapkan terimakasih terus? karena memang itu tidak akan pernah cukup, tapi setidaknya, aku terus-terusan mengucapkannya. Pengulangan itu halusnya penekanan. Terimakasih Tuhan :)

*random thought. gaya penulisan dipengaruhi setelah baca cuplikan cerita pidi baiq* #abaikan

Sabtu, 12 Oktober 2013

Definition of Success

Just killing the time opened my old book and found this, 
what a lovely quote from Diana Rikasari, a famous fashion blogger and one of young entrepreneur in Indonesia, about success; 


"I think, success is a state of mind where we are simply happy because we are living a life we love. 
So never quantify succees, for success is not an objective.
It's not defined by figures or ranks, but it makes your mind and heart ready for whatever number you'll achieve.
You are a successful person if you have managed to wake up every morning and smile because you know you got the whole day to do what you love"



I might not a fashion lover, but I just love her because of her sightseeing, her humble opinion for what she's already achieved, and her simply love to life that we actually really need in this life. Just love her personality and most of time in some matters I agree with her view.



"The only way we can enjoy life and feel truly happy is when we are genuinely grateful for whatever we have. When you're happy, you're more productive. And when you're productive, life just becomes better.."

Jumat, 30 Agustus 2013

Job-Test Experience

It's my first time having test in English till the end session to join in one company. 
maybe you called me 'cupu', but whatever :p
First experience always unforgetable! hha!

It's multinational research agency, so no wonder if the test was held in English. 
I still need to learn, to improve my english skill. because language is about habit, and culture also. English is huge. 

here's the things that we have to pay attention if we have invitation to take a test in some company. first, make sure that you already know of the company profile, of course this is important to know how far you really want to join this company. 
second, you have to know what's the position that you apply. So you can prepare yourself well, such as predicting the test. (even the test always unpredictable, hehe, but still you can prepare. at least mental preparation). so that's all my tips. 

continue to my story again, hehe
So after coming back from English Village, and I didn't use english again in my daily, my tongue became a little bit stiff at the first time when I want to speak english yesterday. (because the test is not only about written test but also presentation, and discussion)

Feel excited, nervous, hope, and many other random feeling.

and the result of this test will be informed in 2-3 weeks later. I don't know, I don't expect too much. I just felt that I'm not really doing my best. huft. (maybe because I was too nervous)

just pray for the best. :)

at least, I've tried. No matter the result is. 
and I can learn from the mistake I had. 

because experience is the best teacher. as always. 

so, Have a good day everyone!

*btw, today I'm gonna go to jobfair with my friends. wish us luck! ^^

Kamis, 25 Juli 2013

The Simply Place


I learn a lot here. Not only about english, but also about life. How to deal with people, how to manage people, brotherhood, caring, sharing, courtesy, and the most important is you learn about yourself. 

Here, I got so many friends. It is awesome when you have some friends from any background. Different age, hometown, education, job, even differ in dreams and goals. It is really awesome. There are teacher, chef, accountant, technician, scientist, doctor, photographer, traveler, event organizer, businessman, linguist, designer graphis, and soooo many other jobs, or even they just graduated from elementary school, junior high school, or senior high school, they are still awesome, they have a great dreams and also with all of their past. Each of us has our own story to tell. So I learned that everyone is special.

Actually, my first plan was just stay in one month. But something hold me. I was offered to stay longer here. It is one of my opportunity to develop my self because I think that this place is a good one to grow, if you want and utilize your opportunity. Beside, this place taught me, make me realize that  life is so much unpredictable. Sometimes, maybe something happens doesn’t turn out as we planned. May our plan is good but believe that God’s plan is better. I do learn about phrase ‘Man proposes, God disposes’.

But recently, the atmosphere in here is not really conducive. Maybe because so many people already go home then caused a sadness and just several people still stay here until the end of this period, moreover now is nearly to ied fitri.  

I know this week is gonna be my last. Me and my friends is gonna separated. Sometimes, when we realise that the day when we’ll go home is near, we just pretend that  we don’t know about the date. Try to ignore knowing the date. Vain effort, I know. But just try for not to ruin our daily happiness now, even we can’t always pretend that we’ll still together.  Because we know so well that every ‘Hello’ must be end up with ‘Goodbye’.  Hard, but true. It is the second lesson that commonly happen in here. People come and people go. This is the part of dancing. We face it, every two weeks or one month, because this place is like haven. So many people come and go.  We (the old members) are familiar with introduction and parting. But now, we as the old members will undergo this phase.

Just in a few days, I’ll come back home. Happy because I’ll meet my family. Sad because I’ll be separated with my friends, my second family.

So many lessons that I learned here. This place is just great, and the people also. It’s hard 
even just stay in a few months here, but it feels like home.

Thank you God, I am really thankful because You gave me an opportunity to came here, met many people and making friends with them and learn. So yes, I am blessed.

If Victor Hugo, the well-known author of Les Miserable, said that “life is voyage” then my beloved teacher here said, “Every place that you visit is school and every person that you meet is teacher.” :)) 


*just trying to posted my blog in english, sorry if my english is still a mess, hehe, still learning* :p

Jumat, 08 Februari 2013

Uji


Kadangkala kita diuji, diuji atas apa yang dulu pernah kita katakan, kita tulis, kita pikirkan, bahkan atas apa yang kita inginkan meski hanya sekilas. Meski hanya sebersit keinginan.
Dan seharusnya, sederhananya, ketika sesuatu yang diinginkan ‘terwujud’, sejatinya, orang yang normal dan sadar sih yaaa.. berterimakasih.
Sama seperti saya, yang dulu sempat terbesit keinginan akan waktu yang senggang saat berkutat dengan kesibukan.
Kini, terjadi. Dan dikabulkan.
Waktu senggang nya banyak. Berlimpah.
Dan memang seperti postingan saya yang sebelumnya, harusnya yaa... nikmati.. nikmati prosesnya..
Meskipun ternyata, ga segampang yang dikira..
Dan meski memang, saya ga menampik bahwa perlu regulasi diri untuk membunuh rasa bosan yang terkadang melanda. Fiuuh… *elapkeringet*

Sekarang? Masih menunggu dan mencari.. Bismillah..  semoga memang diberikan jalan yang terbaik.. :)

“All this randomness is leading towards a perfect moment.”  - Jeff Who Lives at Home (2012)

Jumat, 07 Desember 2012

Kubu Peralihan


Emm... darimana ya mulainya...

Gini, berada di tengah-tengah itu membuat kita mau tak mau melihat sisi-sisi kita. Macam sekarang. Saya kan berada di masa peralihan. Peralihan apa? Iya, peralihan, dari mahasiswa ke bukan mahasiswa..

Saya sudah dinyatakan lulus dari September, tepatnya “Surat Keterangan Lulus” saya dicap tanggal 28 September. Resmi dari situ, saya gak ada urusan apa-apa lagi tentang kegiatan kampus mengenai perurusan akademiknya. Bebas. Wohooo!!
Tapi toga belum dipakai, ijazah juga masih diproses, kata lain adalah, saya belum wisuda. Perlu diketahui kalo di IPB itu, wisuda diadakan beberapa kali dalam setahun, yang setiap wisuda diberlakukan kuota demi kelancaran dan kecukupan gedungnya. Sedangkan wisuda terdekat dari September itu adalah Desember, tapi  kuota desember itu udah abis, jadilah daftar wisuda setelah Desember yaitu di Februari.

Nah, terus apa? Yaa.. karna masa peralihan gini, tentunya cari kerja.  Beberapa pekerjaan menerima surat keterangan lulus (tidak mesti ijazah) jadi yaa.. selama menunggu wisuda (yang Februari itu) saya juga sambil apply pekerjaan.
Beberapa teman, sudah ada yang kerja, beberapa juga statusnya masih sama, peralihan menunggu wisuda dan belum mendapatkan pekerjaan tetap.

Saya, sambil nunggu wisuda, sambil apply kerjaan, sambil lanjutin kerjaan part time, sambil menunggu pekerjaan yang beneran.

Dan saya, hasil dari mengobrol, atau hasil dari status twitter atau fb, lama kelamaan menyadari, ada dua kubu dalam fase saya dan teman-teman seangkatan ini. Pertama, teman-teman yang lulus duluan serta sudah mendapatkan kerja, dan teman-teman yang masih menunggu kerja.

Liat dari beberapa status di berbagai media sosial, beberapa teman yang sudah bekerja, mengeluh, mengeluh waktunya tersita habis, mengeluh akan kemacetan yang dihadapi sebelum dan setelah bekerja, mengeluh akan pressure yang dihadapi dunia kerja, karna kenyataannya, dunia kerja itu sangat berbeda dengan dunia kampus. Dan malah beberapa mengatakan “rasanya ingin resign”.

Lalu teman2 yang belum mendapatkan kerja, begitu sangat ingin mendapatkan kerja, begitu bosan dengan aktivitas harian yang itu-itu aja karna ga ada kerjaan, menunggu test panggilan kerja, lalu searching kerjaan lagi, lalu apply lagi, lalu menunggu test panggilan, lalu begitu seterusnya. Hingga akhirnya beberapa ucapan keluar, “kerja apa aja deh, yang penting ada kerjaan, dapet duit” saking bosannya akan waktu yang berlimpah.
Contoh, ketika ada kakak kelas yang sudah kerja di Bank besar BUMN mengatakan “ingin resign”. Di sisi lain, beberapa teman saya begitu sangat ingin kerja di bank tersebut. *deepsigh* ironi.

Jadi, yang satu mengeluh akan waktunya yang sedikit untuk istirahat dan kerjanya, yang satu mengeluh akan kebanyakan waktunya.

Lantas apa ya…

Bagi yang belum mendapatkan kerja, betapa ternyata, (kerja yang diinginkan) setelah masuk ke dalamnya membuat orang lain ‘pengen resign’. Betapa waktu luang menjadi barang mahal bagi yang sudah kerja, betapa ternyata, bekerja juga melelahkan, dan betapa beruntung dirinya masih memiliki waktu yang berlimpah.

Dan bagi yang sudah dapat kerja, betapa ternyata, kebanyakan waktu istirahat juga membosankan, betapa lelahnya mencari pekerjaan, bersaing dengan jobseeker lain, dan betapa beruntung dirinya sudah mendapatkan pekerjaan.
Intinya? Yaa.. ternyata, waktu yang berlimpah adalah sebuah anugrah, dan mendapatkan pekerjaan juga adalah sebuah anugrah pula.

Mau sedang terkategori fase manapun, alangkah baiknya jika termasuk orang yang bersyukur. Mau yang waktunya sedang berlimpah, atau yang sudah bekerja.
Semua itu, pasti ada masanya. Hehe..
Because there is always something to be thankful for.. :)

Kamis, 15 September 2011

.....


Dengan kehidupan, kadang-kadang merasa iri,jealous,atau apapun namanya itu karna saya bukanlah kamus yang punya percadangan banyak kata. 
Merasa diri useless, merasa better to be someone else, merasa kehidupan orang lain lebih bagus nasibnya, merasa ada yang salah dengan keberadaan diri, merasa.. merasa.. daann..berbagai ‘rasanya…’  yang terlalu banyak dirasa…

Pernah? Ahh.. pasti pernah, sama seperti sekarang. Berulang kali layaknya roller coaster yang naik turun, turun saat kepercayaan diri hilang entah kemana, turun saat orang lain lebih lebih lebih lebih hebat, turun saat sepertinya semua motivator-motivator di dunia ini hilang seketika, turun saat coretan mimpi hanyalah tetap sebagai coretan, turun saat semua kata-kata atau nasihat-nasihat bijak tak pernah diketahui sebelumnya, turun saat air mata menetes tanpa ada alasan, turun saat….... turun.

Dan larinya pun tetap sama, ke arah yang sama, mengadu cerita, lalu bertanya-tanya tanpa perlu merengek, hanya bertanya. Pelan. Diam. lalu terpekur, merenung.

‘Saya sedang naik roller coaster kah, Tuhan?’